Harry Susilo, Pria Putus Sekolah yang Jadi Crazy Rich Berkat Jualan Kerupuk

Harry Susilo merupakan pendiri Sekar Group, perusahaan rintisan yang mampu mendunia. Ia juga membentuk

Susilo Institute for Ethics, sebuah lembaga pendidikan yang menjadi bagian di Boston University Amerika. Lembaga ini mendanai mahasiswa di Boston, dan penelitian di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat namanya masuk dalam daftar Asia’s 2017 Heroes of Philanthropy versi Forbes.

Bisnis kerupuknya yang mendunia ternyata bermula dari usaha rumahan kerupuk udang di kampung halamannya, Sidoarjo, Jawa Timur.

Penasaran dengan kisah sukses Harry Susilo, Crazy Rich Surabaya ini?   Yuk simak perjalanan ‘Si Tukang Kerupuk’ yang jadi salah satu profil orang sukses Indonesia.

Masa Sulit dalam Hidup

Harry Susilo merupakan anak pertama dari 12 bersaudara. Ia bersama keluaraga tinggal dalam rumah kontrakan yang hanya terdiri dari 4 kamar.

Di tahun 1996, sang Ayah yang bernama Wiyoto, terkena stoke di usia ke 51 tahun. Harry terpaksa putus sekolah lantaran tak ada biaya. Namun semangatnya dalam menuntut ilmu tak pernah padam, ia tetap belajar meskipun hanya di rumah.

Suatu ketika teman dari sang Ayah datang menjenguk dan meminta Harry bekerja dengannya. Pekerjaan yang ditawarkan adalah mengumpulkan ikan dan dijual ke Singapura.

Mau tak mau ia mengambil pekerjaan tersebut, lantaran dirinya merupakan anak tertua dan tulang punggung sementara keluarga.

Munculnya Ide Bisnis Berjualan Kerupuk yang Mendunia

Ketika bekerja, Harry Susilo menemukan banyak kulit atau bentuk ikan dan udang yang rusak sehingga tidak layak ekspor. Biasanya ini hanya dijadikan limbah dan berujung pada pembuangan.

Otak cemerlang Harry berpikir dan menjadikan limbah ini menjadi peluang usaha. Ia mengolah sisa ikan dan udang tersebut menjadi kerupuk udang. Merek dagang yang dipilih Harry untuk bisnis kerupuknya ini ialah “Finna”, nama ini diambil dari nama putri cantiknya, Finna.

Bisnisnya ini berjalan mulus dan meningkat secara signifikan. Kerupuk miliknya semakin dikenal di masyarakat, pundi-pundi rupiah  berdatangan.

Tak Berhenti Berinovasi hingga Menembus Dunia

Sadar jika bisnisnya ini moncer, Harry mulai mengepakkan sayapnya dengan memasarkan produk miliknya dalam berbagai pameran baik dalam maupun luar negeri.

Tak hanya itu, Harry juga memulai produksi olahan lain seperti olahan kerupuk jenis lain, sambal, hingga bumbu masakan instan. Produknya berhasil diminati masyarakat. Harry memiliki konsumen tetap di 36 negara, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, serta negara-negara Eropa hingga Timur Tengah.

Inovasinya terus berlanjut. Ia mengembangkan usahanya ke lini usaha lain. Mulai dari produksi makanan kering, agrobisnis, properti, hingga pertambangan.

Bermula dari jualan kerupuk, usahanya berkembang  hingga melibatkan 30 perusahaan dan 10 ribu tenaga kerja. Produk PT. Sekar Laut.Tbk juga telah memiliki akreditasi internasional, seperti The Good Manufacturing Practices for Food processors dan the Integrated-based Quality Management HACCP.

Dengan begitu, produk buatan Harry Susilo telah terjamin higienis dan berkualitas tinggi. Gak heran dalam setahun, ekspor kerupuk Finna ke Belanda bisa mencapai ratusan kontainer. Wah, bisa dibayangkan berapa pundi-pundi rupiah yang mengalir dalam rekening milik Harry.

Usaha yang moncer hingga uang yang banyak berhasil ia miliki. Hidup bergelimang harta tak membuatnya upa diri. Harry secara rutin  berdonasi ke berbagai lembaga dan lingkungan termasuk gereja dan masjid.

Mungkin tak ada yang menyangka jika seorang penjual kerupuk mampu mendulang kesuksesan.Harry Susilo berhasil bermetamorfosa menjadi salah satu profil orang sukses Indonesia, dan Crazy Rich Surabaya. (AAG)

Sumber: https://kumparan.com/profil-orang-sukses/harry-susilo-pria-putus-sekolah-yang-jadi-crazy-rich-berkat-jualan-kerupuk-1v8PuTGbU3c/full